Posts

Hidup? ngalir aja

Pernah ga sih kamu sadar kalo hidup kita tuh begini-gini aja? Apa cuma aku doang yang merasakan ini? hehehe. Kalau kamu merasa hidupmu sudah luar biasa, ya Alhamdulillah. Tapi kalau kamu yang sedang duduk dan membaca tulisan ini merasa bahwa hidupmu terasa hambar, dan dilanda kebingungan entah dari mana, aku ucapkan selamat. Karena aku pun sama denganmu. Pernah juga orang-orang bilang : “Hidup mah santai aja, gausah pusing-pusing. Biarin ngalir aja. Nih buktinya aku gapapa” Kadang aku setuju dengan perkataan itu, kadang juga aku kesal dengan pernyataan itu. Bagaimana bisa, di dunia yang kompleks ini, kita santai dan hanya mengikuti angin berhembus? Bagaimana bisa, di dunia yang bising ini kita membiarkan air membawa jasad kita mengapung tanpa arah yang jelas? Sudah menjadi hal yang lumrah manusia yang punya banyak skill, punya banyak gelar sarjana, punya segudang ilmu pengetahuan, tapi ketika ditanya : “Tujuan hidupmu apa sih? Kebanyakan orang juga akan menjaw...

You Are Not Alone

Pernahkah kamu berjalan sendiri dan tidak ada satupun orang yang menemani? Bahkan kamu pun sempat tak tahu bahwa perjalananmu ini akan mengarah kemana? Mungkin itulah yang sedang dirasakan oleh diriku. Mungkin kamu juga merasakannya. Baiklah, jangan bilang siapa-siapa. Aku tahu, kamu pun sedang merasa sendiri di tengah masalah yang kamu alami. Atau jangan-jangan, kamu pun telah sadar, bahwa masalah yang kamu alami ternyata bukan hanya masalahmu sendiri. Kira-kira, begitulah fenomena anak muda zaman sekarang, ya termasuk diriku ini. Kita bingung dengan apa yang kita jalani sehari-hari, kita takut untuk mempelajari satu hal, kita takut untuk mempelajari satu fakta yang sebenarnya begitu indah bila kita tahu. Tahukah kamu? Bahwa di dunia ini, kita diwajibkan untuk menyeimbangkan kehidupan kita antara kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat. Mungkin kita sudah mendengarnya ratusan kali dalam ceramah dari khotib saat sholat Jum’at. Mungkin kita sudah mendengarnya dari ceramah singk...

Peka, dong!

Untuk usia seumuran kita, pasti sudah gak asing lagi kan sama yang namanya “peka”. Kata itu sering banget kita pakai ketika ada orang yang gak sadar atau gak ngerti dengan apa yang kita maksud. Contohnya seperti ketika temanmu meminjam pulpen saat di dalam kelas, lalu ketika dia mengembalikan pulpennya, dia tidak bilang terima kasih. Sontak kamu menyindirnya. Dengan berucap : “Sama-samaaaaaaaa!!” Temanmu dengar, namun dia gak sadar. Kebayang kan bagaimana kesalnya? Rasanya ingin teriak depan mukanya sambil bilang : “Gak tau terimakasih banget siiiiiiih!” Tapi, hal itu hanya terjadi di otakmu saja. Realitanya, kamu hanya senyum-senyum kecut gak karuan sambil menahan rasa kesal di dada. Kalau kejadian tadi sudah menyadarkan kita betapa menyebalkannya orang yang gak peka, bagaimana ya dengan hidayah yang Allah selalu kasih kepada kita setiap harinya ya? Ngomong-ngomong masalah hidayah, memang gak ada yang tahu pasti kapan ia menghampiri hati kita, namun sadar...

Tentang Menolong

Bayangkan kamu sedang jalan kaki di trotoar yang ramai lalu lalang orang. Kemudian kamu melihat ada orang yang sedang membawa barang belanjaan tiba-tiba tersandung lalu terjatuh di depan kamu. Apa yang akan kamu lakukan? Sekarang coba bayangkan lagi kalau di trotoar tersebut cuma kamu sendiri dan yang menyaksikan orang jatuh tersebut hanya kamu. Apa yang akan kamu lakukan? Menurut psikolog sosial, kamu akan cenderung menolong orang tersebut ketika tidak ada orang di sekeliling kamu. Kebalikannya, apabila banyak orang di sekeliling, kamu mungkin tidak akan menolong.   Mungkin semua orang yang menyaksikan bisa saja tidak ada yang menolong sama sekali. Para psikolog meyakini bahwa reaksi perilaku ini merupakan perilaku yang alami terjadi namun begitu kompleks. Reaksi ini disebut dengan bystander effect . Bystander effect pertama kali ditemui di tahun 1964 sebagai hasil dari kejadian yang menimpa seseorang bernama Catherine Genovese di rumahnya, di kota New York. Pada jam 3 ...

Tentang Mendengarkan

Salah satu temanku duduk termenung di bangku yang terletak di lorong kelas. Bahunya terisak-isak karena sedih yang dirasakannya setelah dinyatakan tidak lulus oleh dosen penguji. Aku yang sedang merasakan euforia kelulusan bersama teman-teman seketika terhenti ketika melihat temanku yang menyendiri tersebut. Aku tidak berani untuk menanyakan “kenapa” karena aku takut menyinggung hatinya. Teman-temanku yang lainnya pun kebingungan harus berbuat apa. Tanpa berpikir panjang aku pun memberanikan diri untuk mendekati dia yang sedang menyendiri. Aku berusaha untuk menanyakan apa yang terjadi, dan untungnya dia menjawab walaupun terkesan agak ditutupi karena menahan malu akan fakta yang sebenarnya sudah terjadi.   Sambil dia mengontrol nafasnya, aku pun mulai bercerita tentang kegagalanku waktu saat ditolak audisi beasiswa bulutangkis yang aku alami waktu SMP. Tujuanku bercerita sebenarnya hanya ingin berbagi tentang rasa sakit yang aku rasakan akibat dari suatu kegagalan. Namu...

Catur untuk Pensiunan

Dewasa ini, banyak pekerja dari berbagai kalangan dan status sosial akan pensiun dari pekerjaannya karena sudah mencapai batas umur yang ditentukan untuk berhenti bekerja. Mereka yang pensiun tentu akan cenderung mengalami kebingungan tentang apa yang akan mereka lakukan setelah pensiun. Mungkin, mereka mulai berpikir tentang menjalankan bisnis, berinvestasi, beristirahat total di rumah, menjadi pribadi yang lebih relijius, dll. Rencana apapun yang akan mereka lakukan nantinya, mereka pasti akan melewati fase yang sama, yaitu, Post Power Syndrome . Post Power Syndrome adalah suatu sindrom yang terjadi ketika orang tersebut hidup dalam bayang-bayang masa akan betapa hebatnya mereka dulu ketika masih mempunyai jabatan, masih memiliki kecantikan dan badan yang bagus, atau bahkan mengenang akan kecerdasannya yang dulu begitu gemilang. Dalam kata lain, post power syndrome terjadi kepada orang yang tidak bisa menerima kehidupannya yang sekarang. Lebih lanjut, terdapat penelitian yang dilak...